Rabu, 22 Juni 2016

seminar internasional



 
 
Saya bersama teman-teman mengikuti sebuah Seminar Internasional yang berjudul Halal Cluster "Maximizing global halal tourism potential for increasing economic growth acceleration". Yang dilaksanakan pada hari Selasa  tanggal 29 Maret 2016, pukul 12.30 sampai 16.00 WIB di auditorium D462 Universitas Gunadarma.

Meskipun kami bukan dari jurusan ekonomi, tapi kami mengikuti seminar ini dikarenakan rasa penasaran pada seminar tersebut, dan juga karena kami ingin menambah wawasan dengan mengikuti seminar internasional ini.
Kami datang lebih awal, karena kami takut terlambat dan ini merupakan pertama kalinya kami mengikuti seminar.

Tetapi sesampainya kami disana, ternyata setelah pukul 12.30 acaranya belum dimulai, dan kamipun harus menunggu beberapa lama.
Tiba waktunya untuk memasuki ruangan, sebelum masuk kami harus menandatangi daftar hadir terlebih dahulu dan setelah itu, kami diberikan snack, dan tas jinjing yang berisikan modul, kuesioner serta pulpen, dan kamipun memakai tanda pengenal yang dikalungkan dileher.

Setelah masuk ruangan, kami duduk dikursi depan agar terlihat lebih jelas. Kami menunggu beberapa saat sampai acara tersebut dimulai.
MC pun membuka acara tersebut dengan senyum, salam dan sapa. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-quran beserta terjemahannya. Mereka menterjemahkan dalam berbagai bahasa, (seingat saya ada 5 bahasa).

Setelah itu MC memanggil seorang moderator yang akan memandu jalannya seminar tersebut. Beliaupun memberi salam serta sapa kepada semua peserta yang hadir.
Moderator pun memulai acara tersebut, dengan memanggil semua pembicara dalam seminar tersebut yaitu :

1.       Dr.Akhmad Affandi Mahfudz
2.       Affia R Fitriati
3.       Riyanto Sofyan

Moderatorpun mempersilahkan kepada pembicara yang pertama yaitu Dr. Akhmad bapak Affandi Mahfudz untuk menyampaikan materi yang akan ia bahas. Beliau membahas tenang " Deciphering Pertinent Issues and The Way Forward In Halal Tourism Among Oic Countries".

Setelah selesai, moderatorpun mempersilahkan kepada pembicara yang kedua yaitu ibu Affia R Fitriati untuk menyampaikan materinya. Beliau membahas tentang "Muslim-Friendly Travel & Technology".

Kemudian, moderator mempersilahkan kepada pembicara yang terakhir yaitu bapak Riyanto Sofyan yang akan menyampaikan materi tentang "Halal Tourism Industry A Lucrative Opportunity".

Ketika pembicara menyampaikan materinya, kamipun membuka modul yang telah diberikan dan memperhatikan setiap materi yang disampaikan sampai akhir.

Setelah berakhir tibalah untuk sesi pertanyaan, moderatorpun membuka sesi pertanyaan. Ada 3 orang peserta yang bertanya, mereka mengajukan pertanyaan langsung kepada pembicara.
Dan setelah itu, pembicarapun langsung menjawab satu persatu pertanyaan dari peserta.

Selepas semua pertanyaan terjawab, seminarpun ditutup oleh moderator tetapi sebelum ditutup, moderator menyimpulkan apa yang telah dibahas.

Sebelum peserta meninggalkan ruangan, kami diminta untuk mengisi kuesioner terlebih dahulu. Kuesioner tersebut berisi bertanyaan mengenai jalannya seminar dari awal sampai akhir.

Setelah mengisi kuesioner barulah kami diperbolehkan meninggalkan ruangan.

Setelah mengikuti seminar tersebut, selain mendapatkan ilmu disana kami juga mendapatkan fasilitas berupa : Seminar kit, sertifikat, modul snack, dan souvenir.

deskripsi mahkota dewa



Deskripsi Mahkota dewa
Mahkota dewa merupakan tanaman jenis pohon yang berkembang dan dapat tumbuh sepanjang tahun,mampu tinggi hingga 3-4 Mt
Mahkota dewa bisa ditemukan dan mudah ditanam di pekarangan . asal tanaman mahkota dewa masih belum diketahui.
Menilik nama latinnya  Phaleria papuana, sehingga banyak orang yang memperkirakan tanaman ini populasi aslinya dari tanah Papua, Irian Jaya. Di sana memang bisa ditemukan tanaman ini.
Mahkota dewa akan tambah tumbuh subur di tanah yang gembur dan subur pada ketinggian 10-1.200 m dpl.
Ciri ciri tumbuhan mahkota dewa ini sbb :
•Batang :
Batang bulat, permukaan kasar, bergetah terdiri dari kulit yang berwarna coklat kehijauan dan batang
kayu berwarna putih, berakar tunjang. percabangan simpodial
•Daun :
Daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya berbentuk lonjong , lansing,
memanjang & hujungnya runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin dan tidak berbulu, warnanya hijau tua, panjang 7-10 cm, lebar 2-5 cm
•Bunga :
Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk tabung,
berukuran kecil, berwarna putih, dan harum. Bunga tersebut berukuran kecil menyerupai bunga cengkih.
•Buah :
Buah mahkota dewa terdiri dari kulit, daging, cangkang & biji. Buah berbentuk bulat, diameter 3-5cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setelah masak. Daging buah berwarna putih, berserat dan berair.
•Cangkang :
Cangkang buah merupakan kulit dari biji yang juga termasuk bahagian yang sering di manfaatkan sebagai ubat, ianya perlu di rebus terlebih dahulu.
•Biji :
Merupakan bahagian tanaman paling beracun. Bentuknya bulat lonjong, keras, berdiameter
sekitar 1cm & berwarna coklat, bahagian dalam berwarna putih. Berakar tunggang dan
berwarna kuning kecokelatan. Perbanyakan dengan cangkok dan bijinya.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT DAN KHASIAT
Buah berkhasiat menghilangkan gatal (antipruritus) dan antikanker. Biji beracun.
EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioaktivitas ekstrak buah mahkota dewa dengan metode BSLT
yang dilanjutkan dengan uji penapisan antikanker in vitro terhadap sel leukemia 1210, menunjukkan
toksisitas yang sangat tinggi dan potensial sebagai antikanker. Identifikasi senyawa kimia aktif dalam
ekstrak buah mahkota dewa didapat senyawa lignan yang termasuk dalam golongan polifenol dan
senyawa syringaresinol (Dra. Vivi Lisdawati MSi, Apt., tesis S-2 di FMIPA UL Suara Pembaruan, Rabu, 9 April 2003).
Antara Penyakit Yang Dapat Disembuhkan Dengan Campuran Mahkota Dewa :
Kanker & Tumor,Eksim (Penyakit Kulit),Diabetis Melitus (Kencing Manis),Hipertansi (Darah Tinggi),Hepatitis (Radang Hati),Reumatik (Sakit Sendi),Asam Urat
(Arthritis Gout),PenyakitJantung,Gangguan Ginjal
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun; daging dan kulit buahnya.
Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan
daging buah digunakan setelah dikeringkan.
INDIKASI
1.Kulit Buah dan Daging Buah
Mengobati disentri (ciri berdarah), psoriasis, dan jerawat.
2.Daun dan biji
Mengubati pelbagai jenis sakit kulit seperti ekzim & gatal-gatal.
3.Buah
Antitumor, antidisentri,antiinsekta, mengubati eksim, hepatotoksik & antibodi.
CARA PEMAKAIAN
Belum diketahui dosis efektif yang aman dan bermanfaat. Untuk obat yang diminum,
gunakan beberapa irisan buah kering (tanpa biji). Selama beberapa hari baru dosis
ditingkatkan sedikit demi sedikit, sampai dirasakan manfaatnya. Untuk penyakit berat,
seperti kanker dan psoriasis, dosis pemakaian kadang harus lebih besar agar mendapat
manfaat perbaikan. Perhatikan efek samping yang timbul.
Kandungan Kimia :
1.Daun – mengandungi antihistamin, alkaloid, saponin & polifeno (lignan)
2.Kulit Buah – mengandungi alkaloid, saponin & flavonoid
3.Buah alkanoid, tanin, flavonoid, fenol, saponin, lignan, minyak asiri & steroid
•Alkaloid,
bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh
•Saponin,
yang bermanfaat sebagai:
osumber anti bakteri dan anti virus
meningkatkan sistem kekebalan tubuh
meningkatkan vitalitas
mengurangi kadar gula dalam darah
mengurangi penggumpalan darah
•Flavonoid
omelancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah
omengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah
omengurangi kadar resiko penyakit jantung koroner
omengandung antiinflamasi (antiradang)
oberfungsi sebagai anti-oksidan
omembantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan
•Polofenol
berfungsi sebagai antihistamin (antialergi)
Saat ini,jika anda tidak ada waktu  dan bingung meramunya,banyak dijual di apotik dan took obat,extrax dan Buah yang sudah dikeringkan dan siap diseduh atau diramu



Senin, 11 Januari 2016

puisi Tema : Manusia & Cinta kasih




Senja di ufuk barat masih menampakan sol diatas horizon, mengingatkan ku akan senyum itu, Senyum yang menenangkan, senyum yang menghangatkan dan tak pernah hilang, sebuah senyum yang terlukis indah dalam lisan mu.

Cinta bagai perang petir, bergemuruh dalam pikiran bergejolak dalam batin, tiadalah berbanding engkau sebab aku mencintaimu, dalam benakku tiada lain kau alam raya bagiku.

Begitu banyak persepsi tentang cinta, tapi apa arti cinta bagimu? Bagiku cinta adalah energy kekekalan yang tak hilang dan tak hancur, hanya berubah bentuk dari bentuk satu kebentuk yang lain seperti itulah cinta, sesuatu yang absolute.

Langit malam temaram menampakan barisan jutaan bintang dalam kegelapan, namun cinta kasih selalu menjanjikan keterangan dalam kesunyian, kau si pemilik senyum ketenangan, gapailah tangan ini agar aku tak kehilangan.

Setiap manusia butuh cinta kasih, tak terkecuali aku insan kecil pengagum rembulan, kau seperti sol ketika siang, dan bagai rembulan penghias langit malam, kau yang begitu dekat nampak sulit ku jamah.

Bila malam telah terlewati 1000 bulan, masihkah dapat kulihat senyuman itu, mungkin raga menghilang namun kenangan cinta dan sirat-an senyuman masih didalam pikiran.
Oh, sang jabbar buka kan lah pintu di ruang ruang hatinya, agar aku bisa menyelinap masuk untuk singgah dihatinya.

Semoga tak kau regas sedikit pengharapan ku ini,