Selasa, 19 Juli 2016

Penelitian tentang planet



Peneliti Temukan Tata Surya ke-2

Dalam upaya mencari planet mirip bumi, ahli astrofisika mengalami kemajuan besar. 2500 tahun cahaya dari bumi ditemukan tata surya ke-dua.
 

Tim ilmuwan Pusat Penerbangan dan Antariksa Jerman (DLR).bersana dengan peneliti Jerman lain dan Eropa menemukan sistem planet dari matahari lain. Bintang KOI-351 dikelilingi tujuh planet, empat diantaranya adalah planet baru. Ahli astrofisika Juan Cabrera dari DLR dan koleganya memaparkan penemuan tersebut di majalah "Astrophysical Journal".
"Tidak ada sistem planet lain yang sedemikian miripnya dengan tata surya kita," papar Cabrera. "Sama seperti tata surya yang kita kenal, di lintasan dalam terdapat planet bebatuan yang besarnya mirip dengan bumi. Di lintasan luar terdapat planet gas raksasa mirip dengan Yupiter dan Saturnus. Penemuan ini sangat penting. Ini kemajuan dalam upaya mencari 'kembaran' tata surya kita dan bumi yang ke-dua."
KOI-351 berjarak 2500 tahun cahaya dari bumi. Tiga dari planetnya mengelilingi bintang dalam periode orbit 331 hari, 211 hari dan 60 hari. Mirip dengan Bumi, Venus dan Merkurius. Planet-planet ini sudah ditemukan tahun lalu. Sementara planet baru yang dilacak Cabrera dan timnya masa mengorbitnya adalah 7, 9, 92 dan 125 hari. Planet di lintasan terluar mengitari mataharinya sejarak 150 juta kilometer. Jarak yang sama persis dengan bumi dan matahari.
KOI adalah singkatan dari "Kepler Object of Interest", artinya bintang yang diamati saat misi teleskop ruang angkasa "kepler" antara 2008 dan 2013 dan dikategorikan sebagai kandidat eksistensi planet. Kini KOI-351 dianggap sebagai bintang dengan paling banyak planet extrasolar yang sudah dikenal. Secara keseluruhan diketahui ada 771 bintang dengan planet. Sebagian besar hanya memiliki satu planet. Hanya 170 bintang yang menurut DLR dikelilingi lebih dari satu planet.
Sistem planet besar sulit untuk ditemukan. Tidak banyak sistem dengan setidaknya lima planet. Jadi bukan hal yang mudah untuk menentukan apakah salah satu planet di KOI-351 benar-benar bumi kedua

Sumber :    
http://m.dw.com/id/peneliti-temukan-tata-surya-ke-2/a-17189204

Gejala Rumah Kaca



Salah satu faktor yang disalahkan sebagai penyebab pemanasan global adalah efek rumah kaca.
Efek rumah kaca, pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Energi yang masuk ke Bumi:
25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
25% diserap awan
45% diserap permukaan bumi
5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.
Apa Efek Rumah Kaca?
Sinar matahari merupakan sumber utama energi bagi organisme hidup. Sinar matahari juga membantu menjaga suhu bumi tetap hangat. Sinar matahari yang dipancarkan ke permukaan bumi sebagian diserap dan sebagian lagi dipantulkan kembali ke atmosfer. Sinar matahari yang dipantulkan -dikenal pula sebagai radiasi inframerah- ditangkap oleh ‘gas rumah kaca’ yang membantu menjaga atmosfer tetap hangat. Gas-gas rumah kaca terdiri antara lain dari karbon-monoksida, karbon-dioksida, metana, dan air-uap. Meskipun komposisi gas-gas tersebut hanya sekitar 1% dari atmosfer, namun mereka berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologi dan mempertahankan kehidupan di planet bumi. Tanpa kehadiran gas-gas rumah kaca, suhu bumi akan menjadi lebih rendah dari 30° C, yang berarti tidak mungkin terdapat kehidupan di bumi. Efek rumah kaca dapat dianggap sebagai suatu proses dimana alam mempertahankan keseimbangan di atmosfer. Namun, aktivitas manusia dalam seratus tahun terakhir telah menyebabkan peningkatan persentase gas rumah kaca di atmosfer, yang pada gilirannya meningkatkan suhu rata-rata di bumi.
Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan efek rumah kaca :
1. Penggundulan Hutan
Salah satu penyebab efek rumah kaca adalah penggundulan hutan yang memicu peningkatan jumlah karbon dioksida di atmosfer. Penggundulan menyebabkan tidak terdapat tumbuhan yang menyerap karbondioksida yang digunakan dalam proses fotosintesis. Penggundulan hutan terjadi akibat kebutuhan lahan untuk perumahan, pertanian, dan berbagai macam infrastruktur yang terus meningkat.
2. Bahan Bakar Fosil
Gas rumah kaca juga bisa dilepas ke atmosfer karena pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak, batubara, dan gas. Gas hasil pembakaran bahan bakar fosil berkontribusi terhadap penambahan gas rumah kaca yang pada gilirannya memicu pemanasan global.
3. Peralatan Listrik
Hasil karya manusia lain yang memicu peningkatan efek rumah kaca adalah pemakaian peralatan listrik. Contoh peralatan listrik penghasil gas rumah kaca adalah lemari es. Lemari es model lama menggunakan gas yang dikenal sebagai Chlorofluorocarbon (CFC). Gas CFC yang terlepas ke atmosfer dapat berperan sebagai gas rumah kaca yang memicu peningkatan suhu bumi.
4. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk merupakan kontributor tidak langsung dan salah satu penyebab utama efek rumah kaca. Dengan meningkatnya populasi terjadi pula peningkatan berbagai kebutuhan. Hal ini meningkatkan produksi dan proses industri yang menyebabkan peningkatan pelepasan gas industri yang mengkatalisis efek rumah kaca.
Mengapa Saat Mendung Udara Terasa Panas
Mungkin kita bertanya-tanya mengapa ketika awan di langit terlihat hitam, yang merupakan pertanda akan turun hujan, udara disekitar terasa panas? Atau bahkan bisa menyebabkan tubuh kita gerah dan berkeringat? Padahal matahari tertutup awan sehingga seharusnya tidak terasa panas? Berikut ini jawaban dan penjelasan dari pertanyaan tersebut.
Ketika awan terlihat hitam (mendung), terjadi proses perubahan uap air (gas) menjadi air (cair). Pada proses ini dilepaskan sejumlah panas (kalor) ke udara.ini. Awan yang berwarna hitam gelap (mendung) biasanya tidak terlalu tinggi dibandingkan awan yang putih, sehingga semakin dekat jaraknya ke permukaan bumi, efek panas yang dilepaskan semakin terasa. Kondisi ini akan lebih panas jika sebelumnya matahari bersinar terik, sehingga panas yang kita rasakan adalah kumpulan dari pelepasan energi dari perubahan fase uap air menjadi air dan energi panas sisa yang dipancarkan bumi.
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091119013739AAk9P6k
http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca
http://www.amazine.co/156/apa-itu-pemanasan-global-4-penyebab-efek-rumah-kaca/